Working Paper No:
|
WP No. 7
|
Title:
|
Future of Latrines and the Future of Civilization: Understanding Cultural Barriers and Opportunities in West Timor [An anthropological Survey of Sanitation in West Timor, Indonesia]
|
Abstract
|
Bahasa: Tulisan ini merupakan ringkasan dari penelitian antropologi budaya terkait air dan sanitasi (WASH) di Nusa Tenggara Timur. Fakta empirik yang digunakan dalam riset ini adalah dari Kecamatan Takari dan Amabi Oefeto Timur di Kabupaten Kupang. Penggunaan metode antropologis membantu menjelaskan mengapa terjadi pertumbuhan pembangunan sanitasi yang sangat lambat. Tulisan ini berkontribusi pada debat akademis terkait sanitasi dan public health secara umum di NTT, khususnya Kabupaten Kupang. Versi berbahasa Indonesia ini adalah versi ringkas dari tulisan 25 halaman berjudul "The Anthropology of WASH in Rural West Timor: A Socio-anthropological Study" yang dikirimkan ke ACF International dan ke sebuah peer review academic journal. PDF Bahasa
English: This study uses antrhopological approach to understand culture of Atoni people in Kupang District (NTT, Indonesia), in particular the culture of sanitation, water and hygiene. It asks how the locals (atoni) in general perceive about ideal WASH practices and actual everyday in their daily life and what kinds of social-cultural/economic or environmental incentives that shape practices, beliefs and habits (PBHs)? This working paper is a shorted version from the 25 page report entitled "The Anthropology of WASH in Rural West Timor: A Socio-anthropological Study" submitted to ACF International". PDF English
|
Keywords:
|
Anthropology of sanitation, WASH, water, sanitation, hygiene, sanitation culture
|
Author(s):
|
Dominggus Elcid Li, Jonatan A. Lassa, John Talan, Yosef Boli Sura, Randy Banunaek, Nike Frans dan Indriyani Takesan
|
Date
|
June 2013
|
|